person woman desk laptop
person woman desk laptop

Aku Mendapatkannya

Posted on

Yes..! Akhirnya aku mendapatkannya tepat seminggu sebelum hari ulang tahunku. Iya, SIM B yang aku idam-idamkan itu sudah muncul setelah melewati tes praktek mengemudi dengan mulus.

Tadi siang jam 13.45 tes dimulai. Aku harus pergi ke kota tetangga, karena kotaku tidak layak untuk ujian praktek nyupir. Terlalu kecil, tidak banyak rambu dan tidak terlalu banyak lalu lintas.

So, naik sepur selama 45 menit. Didalam kereta, untuk menyegarkan ingatan aku membaca petunjuk pengoperasian FordFocus Diesel dimana itu adalah mobil yang aku pakai selama latihan dan yang akan aku pakai untuk tes nyupir sebentar lagi. Nanti, kata mentorku, sebelum atau setelah tes nyupir sang penguji akan bertanya macam-macam seperti menjelaskan ban mobil meliputi minimum profil ban yang diperbolehkan adalah 1,6 mm. Tanda ban mobil untuk musim dingin adalah dengan adanya tulisan M+S, bahwa untuk mengukur tekanan udara aku harus pergi ke pompa bensin.
Terus macam-macam pertanyaan tentang bagaimana menyalakan lampu dekat, lampu jarak jauh, lampu warning, lampu untuk kabut…. Terus dimana letaknya tangki oli, aki mobil, filter udara…. Jadi sekali lagi aku harus mengingatnya.

Diluar hujan turun dengan lumayan deras dan angin bertiup kencang. Aku was-was, ini akan mempengaruhi keseimbangan laju mobil.

Begini lho proses ujiannya… Aku ya tentu saja harus duduk dibelakang kemudi dan seperti biasanya, harus menaikkan jok kemudian meyorongkannya ke depan mendekati supiran – karena pengemudi terdahulu ukuran tubuhnya lebih besar dari aku – sampai badanku pas duduk dengan nyaman; kaki bisa menekan pedal-pedal sampai dasar, lengan pas pada kemudi, terus menyetel rear mirror kanan-kiri, mengenakan sabuk pengaman, menyetel pelindung kepala…. Dan semua itu berada dalam pengawasan penguji dan aku tidak boleh melupakan langkah pertama untuk keamanan dan kenyamanan ini.

Penguji duduk di jok belakang dan mentorku duduk disampingku. Dia mempunyai semua tool seperti aku kecuali setir. Jadi dia bisa menginjak pedal kuplung, rem dan gas dari tempatnya yang terhubung paralel ke pedal-pedalku. Aturannya adalah dia tidak boleh menginjak pedal-pedal itu kecuali pada keadaan bahaya. Lain dengan pada saat latihan, bisa saja dia menginjak rem dengan tiba-tiba jika dia pikir perlu.

Selama tes mengemudi aku tidak punya beban mental sama sekali karena aku sudah tahu kemampuanku. Apalagi mentorku mewanti-wanti aku sehari sebelum tes bahwa jika aku sadar bahwa aku telah melakukan kesalahan, lupakan itu, jangan disesali dan jangan terlalu dipikirkan tetapi berkonsentrasilah pada kondisi selanjutnya. Jika kamu melakukan kesalahan tetapi selanjutnya kamu mengemudi dengan baik, maka kesalahanmu tidak akan diperhitungkan. Team penguji bukanlah robot, dia tahu dengan pasti seberapa banyak kesalahanku dan akan memperhitungkannya dengan manusiawi kecuali satu: Melanggar rambu lampu merah otomatis tidak lolos.

Cuma satu yang mengganjal pikiranku, tadi malam Tommy bilang bahwa kalau aku lolos tes aku harus menelponnya, dan dia akan menjemputku. Tadi dia bekerja setengah hari spesial untuk aku. Tapi kalau aku tidak lolos maka aku harus pulang naik sepur lagi….

Tapi ya sutralah, aku sudah lolos. Tes nyupir itu tidak sulit, yang sulit adalah tes teori-nya. Asal orang jeli melihat rambu, terutama batasan kecepatan dan lampu lalu lintas kemudian bagaimana memperlakukan pejalan kaki dan pengendara sepeda ungklik dengan baik dan benar, dijamin lolos.

Tesnya berlangsung selama 45 menit.

Oh iya ada juga yang agak sulit; Parkir mundur! Tapi orang punya kesempatan untuk mengulanginya jika melakukan kesalahan, setidaknya sampai enam kali.

Selesai parkir mundur di tempat parkinya TÜV Nord dengan sukses pak penguji menyalami aku dan mengucakan selamat sambil memberikan SIM baruku, mentorku senyam-senyum senang, dan aku? ya tentu saja girang!

Terus keluar dari areal parkir sambil menyalakan HP mau nelpon Tommy…

Lah, ternyata dia sudah menunggu didepan… Berada diantara orang-orang lain yang juga menunggu, bisa jadi menunggu pacarnya, anaknya, cucunya yang hari itu menjalani tes praktek mengemudi.

Jadi aku berlari menghampirinya jingkrak-jingkrak sambil mengacung-ngacungkan SIM-ku tinggi-tinggi, biar dia melihatnya, biar semua orang yang baru tes juga melihat bahwa aku berhasil mendapatkan SIM…

Dan tahukah kalian apa kata Tommy? Dia sudah beberapa saat menunggu disitu dan telah melihat setidaknya empat orang keluar dari TÜV dengan tingkah sama persis seperti aku tadi…!

Pas pulang ke rumahnya Tommy, eh dia jadi pemalas, aku yang harus nyetir mobil. “Aku mau lihat kemampuanmu sebelum kamu mendapatkan kunci mobil…” Katanya beralasan.

Terus kami pergi kerumah emaknya Tommy untuk minum kopi dan makan kue dan memamerkan SIM baruku. Pada akhirnya dia mengundang kami untuk makan malam di sebuah restoran untuk merayakan keberhasilanku. Tommy bilang minggu depan saja sekalian pada hari ulang tahunku, dan kami semua setuju.

Tapi… Tommy curang….! Pas aku mau pulang ke apartemenku jam 8 malam, aku dikasih kunci mobil Fiat Panda-nya yang sudah berumur empat tahun itu. Lha mobil baru untuk aku manaaaaa….?

Nanti saja kalau aku sudah mahir nyupir, katanya.

Ya, begitulah… Hari ini aku sedang girang.

Oh iya, bagi yang ingin mencari SIM di Jerman (Aku tahu kok, ada beberapa orang yang nyasar ke blog ketimpringan.com dari keyword itu) persiapkan uang sekitar 1.623,33€. Setidaknya sejumlah itulah total jendral yang telah aku keluarkan.

Dengan uang sebanyak itu, tentu saja orang harus berhati-hati untuk mempertahankannya, jangan sampai SIM-nya di cabut. Itu artinya, harus ekstra hati-hati berkendara di jalan. Dan harus waspada, melanggar lampu rambu merah langsung kena poin 3. Maksimum poin yang diperbolehkan sebelum SIM-nya dicabut adalah 18 poin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *